Melukis Dengan Cat Akrilik bagian 1 dari 3 bagian: Menjiplak Gambar

Ada seribu jalan menuju Roma, begitu pula halnya melukis dengan cat akrilik, ada banyak cara yang bisa Anda pakai. Namun bila Anda masih pemula dalam dunia seni lukis dan tertarik untuk mencoba melukis dengan cat akrilik, saya harap tulisan dalam artikel bersambung ini bisa membantu Anda. Dalam tiga bagian tulisan ini Anda bisa melihat proses kerja langkah demi langkah yang saya bagikan di Workshop Melukis Cat Akrilik Ciptadana 2017 di Jakarta, 3 Desember 2017. Selanjutnya Anda bisa mencoba melukis di rumah dengan panduan ini.

Untuk karya ini saya menggunakan sebuah canvas board, yakni selembar kanvas yang ditempelkan di atas papan (terbuat dari cheap board, papan kertas yang biasa dipakai untuk membuat sampul tebal pada buku). Saya merekat kanvas akrilik berbahan katun dengan barik halus ke papan kertas dengan menggunakan lem PVA (lem putih untuk kayu biasa) lalu menindihnya secara merata dengan beban buku-buku tebal selama beberapa jam sampai lem mengering sempurna. Setelah itu, saya memotong kelebihan kanvas di setiap sisi dan canvas board ini pun siap digunakan.

Saya ingin kanvas ini berukuran 21 x 28 cm (dengan proporsi 3:4 seperti lazimnya proporsi bingkai foto konvensional) karena bila demikian, saya bisa dapat satu gambar utuh dalam sekali pindai karena pemindai saya di rumah hanya cukup untuk ukuran A4. Gambar utuh seperti ini memungkinkan hasil gambar yang jelas dilihat sampai ke rinci. Setiap pindaian dalam artikel ini bisa Anda klik untuk membuka dokumen dalam ukuran asli yang jauh lebih besar (biasanya berukuran 2-4Mb). Ini adalah hasil pindaian dari kanvas yang sudah diberi cat dasar berwarna coklat kemerahan.

Anda bisa membuat sketsa secara bebas di atas kanvas yang sudah diberi cat dasar ini, tapi selain itu Anda juga bisa menjiplak gambar. Karena workshop melukis di Ciptadana bertema rempah, saya mengambil gambar dari Google Image, lalu mencetaknya di atas kertas HVS 80 gsm biasa.

Ini adalah seekor Nuri, Eos bornea, yang berasal dari kepulauan Banda, tempat buah pala berasal. Saya mencetaknya full color lalu kertasnya saya gunting mengikuti bentuk burung tersebut supaya saya lebih mudah membayangkan bentuknya saat menjiplak nanti. Setelah itu, saya membalik gambar tersebut dan mengarsir bagian belakangnya dengan pensil grafit.

Saya menggunakan pensil grafit ukuran 3B. Sebenarnya ini kurang tebal, sebaiknya arsir seperti ini dibuat dengan pensil ukuran 6-8B. Supaya hasilnya tebal, saya menekan tangan saya saat mengarsir, dan saya tidak membuat garis panjang. Garis pendek-pendek lebih mudah dikontrol kalau kita memang bermaksud menekan, jadi Anda bisa lihat hasil arsiran saya yang lurus-patah di sini. Kadang-kadang saya mengangkat kertas lalu melihatnya dari balik cahaya untuk meyakinkan semua bagian burung sudah tertutup arsiran.

Setelah semua bagian burung tertutup arsiran pensil grafit, saya membalikkan lagi gambar tersebut lalu memasangnya di daerah yang sekiranya pas. Setelah mengunci gambar tersebut dengan scotch tape, saya pun menjiplak gambar burung tersebut. Saya menggunakan ballpoint bermata keras yang warnanya biru. Maksudnya supaya kelihatan bagian mana yang sudah saya jiplak dan mana yang belum. Selain itu, saya juga membuat garis yang pendek-pendek saja, tidak lebih panjang daripada 1 cm. Dengan begitu tekanan tangan saya bisa lebih efektif dan lebih kecil kemungkinan bagi saya untuk membuat kesalahan saat menggaris. Membuat garis panjang itu agak susah, garis bisa melenceng dari sasaran, apalagi kalau kita menekan. Jadi garisnya pendek-pendek aja, yang penting: tekan.

Nah, ini hasil jiplakan saya. Lihat, garisnya agak pucat, ya? Kalau saya gunakan pensil 6B, apalagi 8B, garisnya pasti lebih tebal. Tapi nggak apa-apa, masih keliatan. Kalaupun garisnya saya rasa kurang jelas, saya bisa menebalkannya dengan pensil grafit biasa, pensil grafit mekanis atau ballpoint. Selanjutnya, saya tambahkan obyek berikutnya, yakni sebutir pala yang sudah mulai matang.

Saya mengira-ngira posisi yang pas untuk buah pala ini. Sesudah saya kunci gambarnya dengan scotch tape, saya pun kembali menjiplaknya dengan ballpoint warna biru. Hasilnya seperti ini:

Wah, hasil jiplakannya menumpuk. Tapi nggak apa-apa, masih keliatan, kan? Saya lalu menebalkan arsiran kaki burung tersebut karena saya ingin burung itu seperti sedang menclok di atas buah pala. Setelah itu, masih dengan proses yang sama, saya menambahkan daun dan putik bunga pala di bagian kanvas yang lain. Itu akan membuat komposisi lukisan ini lebih lengkap. Hasilnya seperti ini:

Supaya jelas, bagian yang bertumpuk saya tebalkan baik dengan pensil grafit maupun dengan ballpoint biru. Ketebalan ballpoint seperti ini bukan masalah karena cat akrilik bersifat opaque, artinya dia akan menutup lapisan di belakangnya. Saya lalu membagi bagian tinggi kanvas ini menjadi tiga bagian dan membuat garis cakrawala di belakang pada sepertiga bagian di bawah, untuk memberi ruang. Selanjutnya saya pun siap melukis kanvas ini dengan cat akrilik.

(bersambung)

2 thoughts on “Melukis Dengan Cat Akrilik bagian 1 dari 3 bagian: Menjiplak Gambar

    • Dalam seni lukis kiwari, menjiplak itu halal. Kondisi saat ini berbeda dengan kondisi di Eropa pra-Impresionisme. Kalau tidak setuju dengan menjiplak dan ingin mengimba obyek dengan observasi bola mata saja, monggo. Itu belajarnya bisa dua tahun sendiri, tuh. Karena itu observasi bola mata hanya dilakukan untuk mereka yang serius berminat untuk belajar realisme klasik saja, spesifik banget. Untuk workshop seperti ini, jiplak aja nggak apa-apa, biar cepet, apalagi untuk pemula. ๐Ÿ˜€

      Teknik tracing sendiri sudah dimulai sejak zaman Mesir Kuno dan para maestro pun selalu menjiplak sketsa di kertas saat hendak bekerja di kanvas yang lebih besar. Barangkali suatu saat perlu dibuat nih, satu artikel khusus tentang menjiplak, ya? ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s