Bab VI – Pengetahuan dan Wawasan

Pengeringan

Bila Anda bekerja dalam disiplin realisme yang membutuhkan banyak blending sekaligus memainkan opacity, cat minyak adalah media terbaik. Kekurangannya adalah: cat minyak persiapannya banyak sehingga merepotkan, dan pengeringannya lama. Namun bila persiapan Anda optimal melukis dengan cat minyak tidak akan terlalu merepotkan, Anda hanya perlu memahami aspek penting dalam seni lukis cat minyak, yaitu pengeringan. Waktu pengeringan yang lama adalah kekurangan sekaligus kelebihan cat minyak.

Ada ‘pengeringan’, ada ‘pengerasan’. Ini adalah dua proses yang berbeda. Pengeringan terjadi saat molekul air hilang ke udara karena evaporasi, seperti cucian kain yang dijemur, tapi pengerasan terjadi karena oksidasi. Cat minyak di dalam tube yang kita beli dari toko sebenarnya adalah pigmen serbuk yang diikat oleh linseed oil. Bila disentuh udara, linseed oil perlahan akan mengental lalu mengeras. Ketika sudah kering sempurna, ia akan berubah menjadi sebuah lapisan film transparan (seperti plastik tapi lebih elastis) yang seiring waktu akan mengalami penguningan. Dengan begitu pigmen warna serbuk akan tersegel dalam lapisan film tersebut saat cat sudah mengeras dengan sempurna.

Maka yang sebenarnya terjadi pada cat minyak adalah pengerasan, bukan pengeringan. Namun dalam bahasa Indonesia yang biasa kita gunakan sehari-hari, kita biasa menyebut cat sudah ‘kering’, bukan sudah ‘keras’. Karena itu tidak apa-apa, selanjutnya kita akan menggunakan istilah ‘kering’, bukan ‘keras’. Yang penting Anda sudah tahu prosesnya. Secara kimiawi yang sebenarnya terjadi adalah pengerasan.

Tahap pengeringan terbagi menjadi 4:
1. Basah
2. Setengah kering
3. Kering sentuh
4. Kering keras

Kita melukis saat cat masih basah. Cat minyak butuh waktu lama untuk kering dan itu membuat kita punya banyak waktu untuk memanipulasi cat sesuka kita. Kalau ada blending yang kurang halus, kalau ada warna yang masih harus dicampur, lakukanlah saat cat masih basah. Cat yang basah mudah diidentifikasi, bila disentuh terasa licin lalu menempel di ujung jari, itu berarti cat masih basah. Perlahan-lahan cat basah tersebut akan mulai mengental.

Bila cat terasa lengket saat disentuh, kadang-kadang catnya menempel di ujung jari, berarti cat sudah setengah kering. Pada saat ini cat tidak bisa dimanipulasi. Harus dibiarkan sampai kering di tahap selanjutnya, yaitu kering sentuh.

Kering sentuh adalah kondisi di mana permukaan cat bagian luar sudah mengering, namun cat bagian dalam masih mengalami proses pengeringan. Seperti yang sudah dijelaskan, pengeringan pada cat minyak terjadi karena oksidasi. Dengan begitu semua bagian cat yang bersentuhan langsung dengan oksigen akan mengering lebih dulu. Dalam fase ini, bila disentuh cat akan terasa kering, tidak lagi lengket, dan tidak ada cat yang menempel di ujung jari, tapi suhunya terasa dingin. Lebih dingin daripada suhu ruangan.

Perbedaan suhu itu terjadi pada cat yang aplikasinya tipis. Pada aplikasi cat tebal yang bertekstur, misalnya terjadi penebalan sekitar 1-2 mm, suhunya akan terasa seperti suhu ruangan. Untuk mengecek tingkat kekeringannya, kita tekan bagian cat tebal tersebut dengan kuku. Bila kuku kita meninggalkan jejak tekanan, maka cat sedang berada dalam fase kering sentuh. Cat tebal butuh waktu jauh lebih lama untuk mengering. Cat yang diaplikasikan dengan sangat tebal membutuhkan waktu belasan dan puluhan tahun untuk mengering sempurna.

Kering keras adalah kondisi di mana keseluruhan bagian cat, dari yang paling luar sampai yang paling dalam, sudah mengering dengan sempurna. Bila catnya tipis, ia akan terasa kering dan licin, tidak akan menempel di ujung jari, dan suhunya sudah sama dengan suhu ruangan. Bila catnya tebal, ia tidak akan meninggalkan jejak saat ditekan dengan kuku. Dalam teknik wet on dry, lapisan cat baru sebaiknya diaplikasikan sesudah lapisan sebelumnya sudah kering keras.