Garis untuk Pasien Pemula

riri_02

Di Klinik Rupa dr. Rudolfo, saya selalu menyarankan para pasien pemula untuk TIDAK membuat garis panjang. Pemula itu kalau membuat garis panjang, mau maksudnya melengkung atau lurus hasilnya sama saja: pasti salah. Jadi percuma, pemula tidak usah membuat garis panjang soalnya neuronet yang dibutuhkan untuk itu belum terbentuk di dalam otak para pasien pemula. Untuk membuat garis panjang yang akurat, seseorang membutuhkan waktu dan latihan yang diulang-ulang sampai neuronet terbentuk. Karena itu saya selalu meminta para pasien pemula untuk membuat garis yang: pendek-pendek, lurus-lurus. “Pendek” di sini artinya panjangnya tidak lebih dari 5 cm, ya, dan bisa lebih pendek lagi.

Mau membuat garis sepanjang 1 meter? Bisa, tapi “dicicil”. Buatlah garis sepanjang 1 atau 2 cm berulang-ulang sambil terus dikontrol akurasinya. Mau membuat lingkaran? Bisa. Bagi saja lingkaran menjadi 8 atau 16 garis yang pendek dan lurus. Memang tidak berbentuk bulat sempurna tapi tidak apa-apa, Anda tidak akan di-bully di klinik ini.

Jadi garis yang panjang harus “dicicil”, jangan ditarik sekaligus. Saya ingat, dulu di kampus ada kebiasaan berlatih membuat garis di kertas ukuran A2 (horisontal). Kami harus membuat satu titik di ujung kiri kertas, lalu satu titik di ujung kanan, lalu berusaha menarik garis selurus mungkin dan mengenai kedua titik tersebut. Artinya kami harus membuat garis lurus sepanjang hampir 60 cm. Hasilnya? Ya, hancur-hancuran. Nggak ada yang bisa bikin garis lurus. Siapa ya, yang punya ide seperti itu? Saya sendiri pernah mengajarkan itu pada murid saya pada tahun 90-an dulu. Sekarang saya menentang metoda tersebut. Itu adalah metoda sesat yang akan membuat proses belajar menjadi sulit dan para pemula akan merasa kecil hati.

Garis pendek itu tidak jelek, para pemula tidak perlu kecil hati karena tidak bisa membuat garis panjang yang lurus. Lagian kalau mau lurus, ya pakai penggaris aja. Ngapain susah-susah? Bila Anda termasuk pasien pemula yang rajin menggambar, jangan khawatir, lama-kelamaan garis Anda akan semakin panjang tapi akurat. Sebagai contoh, lihatlah gambar potret di atas, perhatikan rincinya. Tidak ada garis panjang. Semua garis pendek-pendek dan lurus-lurus. Yang berbeda hanya tekanannya saja dan itu tidak ada hubungannya dengan akurasi garis, itu untuk membentuk kontras. Hasilnya oke-oke saja, kan? 🙂

Latihan Garis Untuk Pasien Pemula

Selain tip tadi, untuk para pasien pemula banget yang jarang sekali menggambar, saya ada tip tambahan untuk dilatih di rumah sebelum kelas dimulai. Dengan mengikuti latihan ini, Anda bisa menghemat waktu di kelas sampai 1 jam, jadi Anda akan bisa langsung masuk ke materi pelajaran dan tidak perlu membuang waktu di kelas. Begini penjelasannya:

Senam Pensil
Karakter garis mereka yang jarang menggambar selalu kaku. Garisnya “kikuk”, tekanannya tidak merata, arah arsirannya tidak jelas, “mencari-cari”. Itu tentu disebabkan karena jam terbang yang minim tapi lebih spesifik lagi: itu disebabkan karena cara mereka membuat garis lebih mirip seperti cara mereka menulis, tapi dipaksakan membentuk obyek. Menulis berbeda dengan menggambar. Pada saat menulis, gerakan tangan dan jari-jemari kita sudah terstruktur sedemikian rupa karena yang dibentuk hanya itu-itu saja sesuai dengan bentuk alfabet dan karakter tulisan tangan kita.

Menggambar tidak seperti itu. Saat menggambar, yang kita gerakkan bukan hanya buku-buku jari tangan kita. Menggambar membutuhkan gerakan pada pergelangan tangan, bahkan bila Anda berhadapan dengan bidang yang besar, gerakan pada siku dan bahu pun diperlukan. Karena itu, sebelum mulai menggambar di kelas nanti, Anda yang jam terbangnya sangat minim dalam menggambar saya sarankan untuk melakukan senam pensil terlebih dahulu. Caranya:

1. Gunakan kertas bekas yang bisa dicoret-coret misalnya koran bekas.
2. Lemaskan pergelangan tangan Anda (kanan atau kiri, tergantung mana yang Anda pakai) selama beberapa detik.
3. Pegang pensil di bagian ujung belakangnya dengan menggunakan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis, dikunci oleh jempol tangan.

01 2 3
4. Mengarsirlah bolak-balik dengan gerakan yang berpusat pada pergelangan tangan. Tangan berada dalam posisi “terbang”, kira-kira 5 cm di atas permukaan meja dan kertas. Lihat video di bawah ini:

5. Variasikan gerakan Anda, naikkan ketinggian tangan, lalu turunkan.
6. Setiap kali mengarsir, lakukan selama 30 detik, lalu istirahat 10 detik, lalu ulangi.
7. Ulang gerakan tersebut sampai 3-5 kali, lalu lemaskan lagi pergelangan tangan Anda. Jadi total waktu yang dibutuhkan paling-paling hanya 5 menit. Mudah, bukan? 🙂

Selain itu kita juga mesti menyadari bahwa kita sedang menggambar, bukan menulis. Lemaskan dan rasakan luwesnya pergelangan tangan Anda tapi pensil harus dipegang dengan mantap. Memegang pensil itu tidak boleh terlalu erat tapi juga tidak boleh terlalu longgar, secukupnya saja sesuai kebutuhan. Bila perlu mengarsir halus, pegangan dilonggarkan. Bila ingin membuat tekanan, pegangan diperkuat. Bila Anda melakukan senam pensil sekitar 3-5 menit sebelum mulai menggambar, saya jamin, garis Anda tidak akan kaku lagi. Coba saja dilihat bedanya antara sebelum dan sesudah melakukan senam pensil.

Latihan Mengarsir
Dalam menggambar dengan pensil grafit, cepat atau lambat kita pasti akan mengarsir dan arsiran mereka yang tidak terlatih, seperti yang sudah saya jelaskan, arahnya ngawur dan “mencari-cari”. Karena pasien pemula saya dorong untuk membuat garis yang pendek-pendek, lurus-lurus, hal itu berlaku pula saat mengarsir. Buatlah arsiran dalam kelompok-kelompok kecil seperti terlihat di gambar ini dan buat arsiran yang satu arah, artinya garis dibuat dari belakang ke depan saja, misalnya. Jangan buat arsir bolak-balik ke depan dan ke belakang, ya? Itu nanti, kalau sudah enak ngarsirnya akan keluar sendiri, tuh, arsir bolak-baliknya. Usahakan garis yang Anda buat bisa berjajar dengan rapi. Kalau jarak antar garis masih ngawur, ada yang rapat-ada yang renggang, nggak apa-apa. Tenang saja, nanti lama-lama akan teratur sendiri kalau sudah terbiasa. Kalau tekanan di setiap garis berbeda-beda, ada yang tipis-ada yang tebal, juga nggak apa-apa, waktu dan latihan akan memperbaiki dengan sendirinya.

arsir_01
Begitulah cara mengarsir untuk pasien pemula. Jadi, bila Anda punya bidang berbentuk segi empat (atau apa saja) dan harus diberi arsiran sampai tertutupi seluruhnya, bagaimana caranya? Ya, sama saja. Isi bidang tersebut dengan kelompok arsiran kecil sampai tertutupi semua. Jangan tarik garis panjang dari sisi kiri ke sisi kanan, nanti garisnya ngawur. Ingat, garis untuk pemula adalah garis pendek-pendek, lurus-lurus. Arah arsirannya ke mana? Tidak usah khawatirkan itu dulu, arahnya ngawur juga nggak apa-apa, yang penting seluruh bidang tertutupi. Wah, arsirannya keluar garis! 😮 Cuek, hapus aja garis-garis yang keluar itu pakai penghapus. Susah amat?

arsir_02
Resep dr. Rudolfo untuk para pasien pemula (banget):

Lakukan senam pensil 3-5 menit sebelum mulai menggambar, ditambah latihan mengarsir 5 menit setiap hari minimal satu kali. Waktunya terserah kapan, pokoknya setiap hari latihan. Jadi waktu yang dibutuhkan hanya 10 menit per hari. Jangan anggap enteng latihan yang hanya sebentar tapi dilakukan dengan rutin.

Nah, tidak sulit, kan? Dua jenis latihan ini adalah hal yang perlu dilatih oleh para pasien pemula sebelum kelas dimulai. Dengan melatih dua hal ini di rumah, garis Anda saya yakin akan jauh lebih meningkat mutunya. Peningkatan mutu tersebut akan mencakup: garis menjadi tidak kaku (karena pergelangan tangan Anda luwes dan cara Anda benar, cara menggambar, bukan cara menulis) dan arah garis mulai jelas (karena garisnya berkelompok-kelompok, tidak berdiri sendiri-sendiri dan tekanan garis juga akan semakin merata, tidak tebal-tipis).

Seiring waktu dan latihan yang Anda kerjakan sendiri di rumah, garis Anda pasti akan semakin bagus. Suatu saat, Anda akan bisa “menari” dengan pensil grafit Anda. Apa itu “menari”? Tidak perlu saya jelaskan di sini sekarang, Anda harus mengalaminya sendiri bila suatu saat Anda jadi mahir menggambar dengan pensil grafit. Dan harap diingat, pensil grafit adalah IBU dari semua media gambar kering. Menguasai pensil grafit akan sangat memudahkan Anda menguasai media-media kering lainnya, maka investasikanlah waktu Anda untuk menguasai pensil grafit, dimulai dengan senam pensil dan latihan mengarsir.

Selamat berlatih. 🙂

2 thoughts on “Garis untuk Pasien Pemula

  1. Salam, Mas RE Hartanto..
    Itu yg latihan mengarsir posisinya sama dengan posisi ketika lagi senam pensil, Mas?
    Lebih baik mana latihan dengan kertas menghadap ke atas atau dengan kertas yg ditempel di dinding?
    Matur nuwuuuun..

    • Halo, Maia.

      Nggak, kalo sedang ngarsir biasa, dipegangnya kayak sedang nulis aja. Posisi senam pensil itu biasanya dipake untuk menggambar dgn kertas ditempel ke dinding dan bidangnya besar. Kalau sedang ngarsir biasa dan kertasnya nggak terlalu besar, enakan ditaruh di atas meja dan megangnya biasa aja. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s