Bab V – Untuk Peserta LANJUTAN

Selamat datang di halaman untuk peserta lanjutan. Bila Anda dikelompokkan sebagai peserta tingkat lanjutan, artinya Anda dianggap sudah memiliki keterampilan dasar media cat minyak dan kemampuan observasi gelap-terang Anda sudah cukup baik. Keduanya mutlak diperlukan untuk melaju ke tahap berikutnya.

V.1 – Target Untuk Peserta Lanjutan

Target untuk peserta tingkat lanjutan ada dua:

  1. Mampu mengobservasi dan mengaplikasikan gelap-terang dengan benar.
  2. Memahami konsep temperatur warna dan mampu mengaplikasikan warna hangat-dan warna dingin ke dalam karya.

Apabila ada di antara Anda yang ingin membaca tentang konsep gelap-terang, silakan buka Bab IV.2 – Konsep Gelap Terang (untuk peserta pemula). Konsep ini tidak sulit dipahami, dibaca satu kali pasti mengerti. Yang lebih sulit adalah mengaplikasikannya saat melukis.

V.2 – Konsep Warna Hangat-Warna Dingin

Temperatur dalam warna sangat penting. Bila ada selembar seprai berwarna putih dilemparkan ke atas kasur lalu dijatuhi cahaya, kita bisa melihat bukan hanya gelap-terangnya, tapi juga temperaturnya. Ada yang hangat kecoklatan, ada yang dingin keabu-abuan/kebiruan.

Perbedaan temperatur ini dipengaruhi oleh sumber cahaya, sudut pantul cahaya, dan warna obyeknya. Bila kita bisa mendeteksi perbedaan temperatur dan mengaplikasikannya saat melukis, realisme dalam lukisan kita akan naik ke level yang lebih tinggi. Konsep warna hangat-warna dingin sebenarnya cukup sederhana.

  1. Semua yang mengandung merah dan kuning = api = hangat
  2. Semua yang mengandung hijau dan biru = air = dingin
  3. Putih dan hitam dari sononya = dingin

Ini adalah konsep warna hangat-warna dingin yang absolut pada warna-warna utama.

Sekarang bagaimana kalau warnanya sudah dicampur-campur sampai tidak jelas lagi itu warnanya apa? Temperatur tetap berlaku dan kita harus tetap mampu mendeteksinya. Cara paling mudah mendeteksi warna hangat-warna dingin adalah dengan melihat skintone (warna kulit). Mari kita lihat contoh di bawah ini.

Karya Adrian Gottlieb

Perhatikan skintone yang berwarna krem kemerahan dan kecoklatan di atas. Itu warna-warna hangat. Namun perhatikan daerah jambang dan kumisnya, termasuk di sekiar mata dan di bawah rahang. Di sana temperatur warna menjadi kebiruan. Itu wana-warna dingin.

Bila skintone yang kita buat hanya mengandung warna krem, dimudakan dan dituakan, hasilnya akan seperti boneka Barbie. Seperti plastik dan tidak realistik. Kita harus mampu mendeteksi perbedaan warna hangat-warna dingin pada skintone, dan bila kita mampu mengaplikasikannya dengan benar, skintone kita akan realistik.

Dalam sekelompok warna yang masih satu keluarga, temperaturnya berbeda-beda. Dengan begitu kita bisa membuat campuran warna apa saja dan membuatnya jadi lebih dingin/lebih hangat daripada sebelumnya. Mari kita lihat contoh di bawah ini.

Ketiga blok ini sama-sama diisi warna merah cadmium red, tapi yang sebelah kiri warnanya murni, yang tengah dicampur abu-abu, yang kanan dicampur putih. Ketiganya sebenarnya dari sononya adalah warna hangat, tapi warna merah yang tengah dan kanan lebih dingin daripada yang kiri karena sudah dicampur abu dan dicampur putih.

Dengan begitu, selain ada warna hangat-warna dingin yang absolut, ada juga warna hangat-warna dingin yang relatif, yaitu bila sudah mencakup warna-warna campuran seperti contoh ini. Semua warna selalu lebih hangat/lebih dingin relatif terhadap warna lain yang jadi pembandingnya.

Kemampuan kita dalam mendeteksi perbedaan hangat-dingin yang relatif inilah yang perlu kita asah dengan berlatih melukis dan observasi. Itu tidak susah. Perhatikanlah seraut wajah dalam foto dan coba deteksi, mana warna dinginnya? Anda pasti bisa, soalnya walaupun samar, warna-warna dingin pada seraut wajah pasti bisa dikenali.

V.3 – Tugas Kedua Untuk Peserta Lanjutan

Tugas kedua untuk peserta lanjutan adalah:

  1. Membuat campuran value lima tahap seperti yang dijelaskan dalam Bab II.2.5.
  2. Membuat imprimatura dengan warna burnt umber dan 100% terpentin/sansodor di atas canvas paper berukuran sekitar A4 sejumlah 1 buah saja.
  3. Melukis obyek di bawah ini.

Silakan klik tautan di atas untuk membuka file JPG berukuran A4. Save file tersebut lalu print di atas kertas A4. Selanjutnya, jiplak foto kuda di kanvas tambahan (canvas paper) yang sudah diberi imprimatura.

Bila Anda tidak punya canvas paper dan menggunakan kanvas biasa yang direntang di atas spanram, menjiplak mungkin agak susah karena kanvasnya mentul-mentul. Ganjal saja bagian bawah kanvas dengan buku yang tingginya pas dengan ketebalan spanram. Buku akan memberi landasan yang keras seperti meja sehingga menjiplak jadi lebih mudah.

Petunjuk untuk Anda adalah sebagai berikut.

  1. Gunakan 100% refined linseed oil/artists’ painting medium.
  2. Penyebab kegagalan melukis adalah menggunakan medium yang terlalu banyak sehingga campuran cat terlalu encer. Campuran cat memang selalu harus diberi medium, tapi gunakan hanya setitik saja. Sekadar cukup untuk membuat cat licin, tidak kesat/seret.
  3. Rinci berupa bintik-bintik di tubuh kuda tidak perlu dibuat. Namun bila Anda berusaha mengejarnya semirip mungkin, saya kasih lima ribu. 😎
  4. Jangan terburu-buru.

Demikianlah tugas kedua untuk peserta lanjutan. Ini adalah tugas melukis gelap-terang, pemanasan sebelum Anda tiba di materi berikutnya tentang temperatur warna. Bila dicicil sedikit-sedikit setiap hari, mestinya tugas ini bisa selesai dalam waktu 7 hari. Selamat berkarya. 😊

V.4 – Tugas Ketiga Untuk Peserta Lanjutan

Dari hasil tugas yang masuk, kelihatannya soal konsistensi cat sudah lumayan bagus, observasi gelap-terang juga lumayan bagus, cuma detail yang kurang. Tugas ketiga kali ini masih fokus pada gelap-terang, hanya kasusnya lebih rumit. Selain itu, Anda juga akan diminta untuk memanfaatkan imprimatura sebagai bagian dari pembentukan obyek. Instruksi tidak akan dijelaskan semua di sini, tapi sambil jalan.

Tugas ketiga untuk peserta lanjutan adalah:

  1. Membuat imprimatura dengan campuran value no. 3 dan 100% terpentin/sansodor di atas kanvas tambahan (canvas paper) berukuran sekitar A4 sejumlah 1 buah saja.
  2. Klik tautan di bawah gambar untuk membuka file dalam ukuran sebenarnya. Save file tersebut, lalu print di atas kertas A4. Selanjutnya, jiplak foto di bawah ini di atas kanvas yang sudah diberi imprimatura.
  1. Imprimatura dengan campuran value no. 3 akan berfungsi sebagai middle-tones di tugas ini. Dengan begitu Anda tidak perlu melukis middle-tones di layer berikutnya karena sudah didefinisi oleh imprimatura. Anda silakan fokus ke shadow dan highlight.
  2. Kerjakan shadow dulu, lalu konsultasikan ke saya. Highlight belakangan.

Catatan untuk para peserta lanjutan:

  1. Imprimatura sebenarnya tidak butuh banyak cat karena dia encer, tapi bila campuran value no. 3 Anda sudah menipis, buat saja lagi sesuai instruksi di Bab II.2.5.
  2. Dalam seni lukis klasik Eropa, selalu ada bagian imprimatura yang dibiarkan tidak disentuh sampai lukisan selesai, tapi saat dilihat secara keseluruhan ia menjadi bagian yang wajar dari keseluruhan lukisan. Campuran value no. 3 yang dijadikan imprimatura dalam tugas ini adalah simulasi cara kerja tersebut.
  3. Shadow yang Anda akan pudar lalu hilang saat mendekati middle-tones, begitu juga dengan highlight. Dengan begitu lukisan Anda akan tebal di shadow dan highlight. Middle-tones sendiri tipis karena isinya hanya imprimatura.
  4. Bila ada di antara Anda yang pernah menggambar figur di atas toned-paper, ya, cara kerjanya persis seperti itu. Warna kertas yang coklat/kelabu mendefinisi middle-tones, jadi tidak perlu diarsir.

Demikianlah tugas ketiga untuk para peserta lanjutan. Kalau ada yang perlu ditanyakan, silakan hubungi saya via Whatsapp. Selamat berkarya. 😊

V.5 – Tugas Keempat Untuk Peserta Lanjutan

Tugas kali ini akan fokus pada warna hangat dan warna dingin. Perhatikan foto acuan di bawah ini:

Dalam foto acuan ini kita bisa melihat bahwa highlight maupun shadow sama-sama memiliki warna hangat dan warna dinginnya masing-masing. Itu bisa saja terjadi bila kasus cahayanya kompleks.

Tugas keempat untuk peserta lanjutan adalah:

  1. Membuat basis campuran warna utama, yakni warna highlight dingin sebelah kiri. Gunakan: titanium white, sedikit burnt umber, dan sedikit viridian hue. Campur warna sedikit saja dulu, yang penting dapat. Kalau sudah dapat warnanya, baru Anda perlahan menambah jumlah cat untuk membuat campuran dalam jumlah yang lebih banyak.
  2. Siapkan kanvas tambahan (canvas paper) dengan ukuran sekitar A4.
  3. Membuat imprimatura dengan warna campuran utama tadi, dicampur dengan terpentin. Jangan terlalu tipis, ya. Usahakan semirip mungkin dengan warna aslinya, kalau perlu lakukan dalam dua kali lapis.
  4. Jiplak foto acuan ini: https://rehartanto.files.wordpress.com/2021/09/kmd004_lanjutan_tugas_keempat.jpg
  5. Buat campuran warna lain seperti yang dicontohkan di atas (highlight hangat: warna kiri & kanan; shadow dingin: warna kiri & kanan; dst). Ditambah warna basis campuran utama (highlight dingin: warna kiri), total ada 8 warna. Bungkus dengan plastik cling-wrap. Jumlahnya tidak perlu terlalu banyak.
  6. Saat mengerjakan lukisan, warna yang mendekati imprimatura tidak usah dilukis. Karena itu kerjakan dari shadow yang paling gelap dan highlight yang paling terang, lalu perlahan memudar mendekati warna imprimatura.

Selamat berkarya. 😊