Menjiplak Foto

van_goghUnggahan ini, juga beberapa unggahan lainnya kelak, adalah materi yang diberikan dalam Kelas Cat Air Angkatan I yang diadakan di Tobucil & Klabs. Saya harap, unggahan-unggahan ini bisa membantu para peserta untuk mengerjakan karya di rumah. Lebih jauh dari itu, saya juga berharap unggahan ini bisa membantu siapa saja yang tertarik untuk belajar.

Seperti yang saya tulis dalam beberapa unggahan sebelumnya, dalam melukis foto, proses tracing (menjiplak) adalah esensial. Kalau mau melihat obyek langsung dan menggambarkannya di kertas dengan mengandalkan mata juga bisa, tapi bagi yang tidak terlatih itu sulit sekali. Saya sendiri terlalu malas untuk melatih diri seperti itu jadi saya pun selalu menjiplak. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa cara menjiplak foto yang pernah saya lakukan.

Grid

Ada banyak cara menjiplak foto. Yang paling sederhana justru adalah yang paling presisi, yaitu dengan membuat grid. Foto yang akan dijiplak bisa berukuran apa saja, asal cukup jelas dilihat, dan tidak ada batasan berapa besar ukuran bidang gambar yang akan kita kerjakan. Kita bisa menjiplak foto ukuran kartu pos ke atas sebuah tembok ukuran 4×6 meter kalau mau. Alat yang dibutuhkan hanya kalkulator dan penggaris.

Caranya: foto yang ingin kita jiplak dibagi-bagi dalam garis-garis membentuk kotak-kotak simetris. Yang perlu kita lakukan adalah membagi sisi lebar dan sisi panjang foto yang ingin kita jiplak menjadi beberapa bagian yang sama panjangnya, misalnya sisi lebar dibagi menjadi 5 sementara sisi panjang dibagi menjadi 7.

Bidang gambar kita, misalnya kertas yang berukuran lebih besar dengan proporsi yang kurang lebih sama dengan foto, pun dibagi dengan proporsi yang sama. Sisi lebar dibagi 5 sama besar, sisi panjang dibagi 7 sama besar, dan kita pun bisa mulai menjiplak foto yang kita inginkan. Usahakan supaya setiap bentuk tersalin sepersis mungkin dengan panduan kotak yang simetris. Bila ada bagian yang lebih rinci, bagi kotak yang dimaksud menjadi dua atau empat sehingga kita memiliki panduan yang lebih baik. Dengan kesabaran dan ketelitian, foto akan bisa dijiplak dengan cukup presisi.

Carbon-Tracing

Ini adalah cara menjiplak yang cukup spesifik, yaitu dengan menggunakan kertas karbon ketik. Saat komputer dan printer belum populer, dokumen dibuat dengan mesin tik dan bila membutuhkan salinan dokumen, orang akan menyelipkan selembar kertas karbon di antara dua kertas sehingga apa yang diketik di lembar pertama otomatis akan tersalin (dengan agak buram) di lembar kedua.

Caranya: letakkan kertas gambar di urutan paling bawah, di atasnya diletakkan kertas karbon (perhatikan posisinya, jangan sampai terbalik), dan di urutan paling atas adalah foto yang ingin dijiplak. Kunci ketiga lembar kertas dengan selotip supaya tidak bergeser, lalu mulailah menggores foto dengan ballpoint atau pensil. Alat yang kita gunakan untuk menggores akan menentukan hasilnya, garis yang dihasilkan oleh pensil mekanik kecil akan tajam sementara pensil yang tumpul akan menghasilkan garis yang tumpul pula. Goresan yang kita buat di atas foto akan tersalin ke kertas gambar dengan bantuan kertas karbon.

Karakter garis yang dihasilkan oleh kertas karbon sangat mirip dengan goresan charcoal (arang kayu), hanya saja ukurannya kecil sekali. Saya menggunakan teknik ini cukup lama dan sudah banyak menghasilkan karya-karya gambar. Dengan kesabaran dan ketelitian, teknik ini bisa menghasilkan karya yang foto-realistik.

figure_10
Back-Light

Menjiplak foto dengan cara backlight masih cukup mudah dilakukan. Intinya, foto dijiplak dengan cara disinari dari belakang. Dengan demikian, foto yang akan dijiplak harus berukuran kurang lebih sama besar dengan bidang gambar yang akan kita kerjakan dan bidang gambar di sini nyaris selalu berarti kertas yang cukup tembus-cahaya. Saya menggunakan teknik ini saat membuat peta waktu SD. Alat yang dibutuhkan adalah sebuah meja kaca dan lampu belajar.

Caranya: tempelkan foto yang ingin dijiplak, lalu tutupi dengan kertas gambar lalu kunci dengan selotip di atas meja kaca. Sinari bagian bawahnya dengan lampu belajar,  kita bisa melihat gambar dan bisa mulai menjiplak. Dengan cara ini,  patut diingat bahwa foto yang akan dijiplak haruslah berbahan cukup tipis. Foto yang dicetak di atas kertas foto terlalu tebal dan tidak tembus-cahaya. Yang mudah adalah mencetak foto digital dengan printer di atas kertas HVS 80 gram.

Bila terpaksa, bisa saja kita menempelkan foto dan kertas gambar di jendela kaca dan menjiplak dengan bantuan cahaya matahari atau cahaya lampu ruangan. Prinsipnya tetap sama, foto disinari dari belakang lalu dijiplak. Selama gambar dalam foto masih bisa dilihat dengan cukup jelas, metoda ini bisa dilakukan. Kesalahan atau rinci yang tidak terlihat selama proses menjiplak bisa diperbaiki atau ditambahkan dengan cara melihat langsung sesudahnya.

Fotografer yang masih menggunakan cara analog tentu familiar dengan lightbox, sebuah kotak berkaca buram yang di bawahnya diterangi lampu. Biasanya dipakai untuk menerangi film negatif yang sudah dicuci. Di klinik kesehatan atau di rumah sakit, para dokter juga menggunakan lightbox untuk melihat hasil rontgentLightbox adalah sebuah alat yang baik untuk menjiplak dengan cara back-light. Saya memiliki sebuah lightbox ukuran besar di rumah, sekali-sekali saya pakai untuk menjiplak di atas kertas ukuran besar dan kecil.

Front-Light

Menjiplak foto dengan cara front-light berarti membutuhkan alat bantu yaitu proyektor, entah itu OHP (over head projector) atau video projector. Cara ini menjawab kasus yang tidak bisa dilakukan dengan cara back-light, misalnya saat kita bekerja dengan kain kanvas yang tebal sehingga tidak tembus-cahaya. Dengan cara ini, foto yang berukuran relatif kecil bisa diperbesar dengan skala yang cukup ekstrim. Karena menggunakan kanvas untuk cat minyak yang tidak tembus-cahaya, saya menggunakan OHP untuk menjiplak foto yang ingin saya lukis. Beberapa kanvas saya berukuran sampai 2×3 meter, bahkan 4×3 meter. Itu bisa  saya kerjakan dengan OHP saya yang memiliki lampu 250 watt. Cara ini adalah kebalikan dari cara sebelumnya, foto dijiplak dengan cahaya dari depan. Walaupun cara ini mampu membantu penjiplakan ukuran besar dalam waktu relatif singkat dibandingkan metoda grid, ada resiko gambar menjadi terpiuh (distorted) karena keterbatasan lensa dan cermin proyektor.

Caranya: cetak foto yang diinginkan di atas plastik transparansi. Foto bisa dicetak dengan printer di plastik khusus, bisa dibeli di toko alat tulis kantor, atau difotokopi di atas plastik transparan. Plastik tersebut lalu pasang di atas OHP untuk diproyeksikan. Ada juga jenis OHP yang mampu memproyeksi foto secara langsung, tanpa perlu transparansi tetapi apabila foto akan terpapar panas lampu, setelah beberapa menit foto akan memuai dan proyeksi akan terpiuh gila-gilaan. Foto yang telah diproyeksi disorotkan ke bidang gambar lalu dijiplak. Perlu membiasakan diri untuk menjiplak dengan gerakan-gerakan tertentu supaya tangan tidak menutupi proyeksi. Selama proses penjiplakan, sebisa mungkin OHP tidak boleh bergerak, gambar tidak boleh bergeser, supaya presisi.

Kelebihan dan Kekurangan

Setiap cara menjiplak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bila Anda ingin menjiplak suatu gambar, temukanlah cara yang paling cocok dengan kondisi Anda sesuai tabel di bawah ini:

tabel
Karena melukis adalah pekerjaan saya, saya selalu harus menjiplak sehingga saya menggunakan lightbox (untuk karya di atas kertas) dan OHP (untuk karya di atas kanvas) di studio saya. Tidak seperti lampuvideo projector yang mahal, bila lampu OHP saya putus, saya hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 20.000,00 untuk membeli lampu baru. OHP saya bandel dan proyeksi 250 watt-nya cukup terang. Saya selalu mencetak foto yang ingin saya jiplak di atas plastik transparansi.

Dalam pekerjaan menjiplak foto, perlu dibedakan antara: menjiplak foto dengan tujuan membuat karya jadi (seperti contoh hasil jiplakan karbon di atas) dengan menjiplak foto hanya untuk dijadikan panduan (misalnya untuk kemudian dilukis cat air atau cat minyak). Kala menjiplak foto untuk dijadikan panduan, garis-garis dibuat sekedar untuk membuat blabar (outline) dari obyek di dalam foto. Pekerjaan akan diteruskan dengan cat air atau cat minyak. Sementara saat menjiplak foto untuk membuat karya jadi, garis dibuat berulang-ulang, membentuk kedalaman karena gelap-terang, sampai volume obyek terbentuk dan akhirnya karya jadi.

Dalam kelas cat air, peserta menjiplak foto hanya sebagai panduan gambar jadi foto hanya dijiplak blabarnya saja, itu pun dilakukan dengan menggunakan pensil mekanik sehingga garis di atas kertas terlihat tipis dan rata, supaya tidak mengganggu pewarnaan berikutnya dengan cat air.

Demikianlah beberapa teknik menjiplak foto yang saya ketahui. Sebenarnya masih ada beberapa cara lain yang tidak disebutkan di sini tapi saya harap empat cara menjiplak ini sudah cukup untuk mewakili cara-cara paling umum dipakai. Di unggahan berikutnya, saya akan jelaskan tentang cara menerjemahkan foto menjadi sebuah karya cat air. Tentu dengan contoh yang sederhana dulu. Terima kasih dan selamat mencoba. 🙂

 

3 thoughts on “Menjiplak Foto

  1. Pingback: Kelas Cat Air Tobucil & Klabs 2014 | Cakrawala Hartanto

  2. Pingback: Modul Latihan Klinik Rupa dr. Rudolfo #1: GARIS dan GELAP-TERANG | Cakrawala Hartanto

  3. Pingback: Menggambar Tengkorak Terminator | Cakrawala Hartanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s