Lonceng dari Huesca

Ramiro II, raja Aragon di timur laut Spanyol yang bertahta pada abad ke-10, kehabisan akal dan kesabaran menghadapi kekeraskepalaan para bangsawan yang tak mau tunduk pada perintahnya. Maka ia pun mengirimkan seorang duta untuk meminta petunjuk dari gurunya yang tinggal di sebuah katedral di Saint-Pons-de-Thomières, sebelah selatan Perancis.

Sang Guru membawa duta tersebut ke taman di mana bunga-bunga mawar tumbuh dalam barisan yang rapi. Walaupun demikian, selalu ada satu-dua bunga yang tumbuh lebih tinggi daripada yang seharusnya. Sang Guru memetik bebungaan yang tidak seragam itu persis di bawah kelopaknya. Sang Duta pun pulang lalu menceritakan semua yang dia lihat. 

Ramiro II pun akhirnya memenggal kepala 12 orang bangsawan yang tak mau tunduk pada perintahnya. Kepala orang yang jadi pemimpin para bangsawan tersebut ia gantungkan pada tambang penarik bel. Ia memamerkan kejadian itu pada para bangsawan lain sebagai contoh, bagaimana ia memperlakukan mereka yang tak mau tunduk pada perintah raja Aragon.

Demikianlah legenda “Lonceng dari Huesca” dikisahkan, seperti yang terlihat dalam lukisan sejarah ini, karya luar biasa José Casado del Alisal, pelukis Spanyol (1830-1886). Ini karya raksasa, ukuran aslinya adalah 3,5 x 4,7 meter. Besar sekali. Silakan klik pada gambar untuk melihat foto digital dalam ukuran sebenarnya (3051 x 2336 pixel, 72 dpi, 2 mb).

campanahuesca_mid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s