Tersesat Dalam Kekaryaan

Bila seorang perupa selalu bisa menjelaskan kekaryaannya berarti ia tak pernah menjelajah wilayah baru. Perupa memang harus memahami apa yang ia kerjakan namun sekali-sekali, ia harus merasuk begitu dalam, sampai tersesat dalam kekaryaannya sendiri. Tersesat–seperti yang dialami Oedipus atau Dante–bukanlah pengalaman yang menyenangkan, tapi mampu mengubah hidup.

Dengan begitu kecemasan adalah bagian alami dari sebuah proses kekaryaan yang sehat karena kita, manusia, selalu gentar berhadapan dengan apa yang belum kita ketahui dan gamang dalam ketidakpastian. Bila perupa hanya mengerjakan apa yang sudah ia pahami, tidak ada risiko yang dipertaruhkan dan tanpa risiko, tak ada perkembangan. Yang harus selalu bisa menjelaskan kekaryaannya hanya mahasiswa tugas akhir. Perupa tidak selalu seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s