Logika Komposisi Raden Saleh

Sedikit komentar utk pameran Raden Saleh & Juan Luna di National Gallery of Singapore, untuk Bukne Farah Wardani.

Ini adalah potret Raden Saleh, karya Johann Carl Bähr, pelukis Jerman, 1842. Karya ini dikerjakan dengan teknik klasik Flemish dalam idiom tipikal Neoklasisisme. Yang membedakan karya ini dengan karya-karya Neoklasik lain adalah figurnya, Raden Saleh Bustaman, yang memiliki warna kulit coklat hangat khas orang Asia Selatan.

Dalam seni rupa klasik Barat, yang menjadi sentral adalah figur-figur bule berkulit terang. Seorang perupa membutuhkan jam terbang tinggi supaya mampu melukis warna kulit dengan baik. Dalam karya ini, Bähr bukan hanya menunjukkan kemampuan melukis warna kulit yang mumpuni namun juga logika komposisi mendasar yang penting.

Dalam lukisan gaya Barok, dengan latar belakang gelap dan tata cahaya yang teatrikal, warna kulit bule yang pucat dengan rona kemerahan akan tampak berpendar dalam cahaya. Sebaliknya, warna kulit orang Asia Selatan membutuhkan latar belakang yang lebih terang daripada warna kulitnya supaya figur bisa tampak menonjol. Ini murni permasalahan komposisi. Dengan begitu, pakem chiaroscuro yang dipelopori Caravaggio bisa dikatakan “tercipta khusus untuk melukis warna kulit orang bule”.

Bähr mengambil warna langit biru lembut dengan sedikit lembayung senja, membuat warna kulit sawo matang Raden Saleh terlihat menonjol. Ini adalah aplikasi yang mendekati unione, pakem seni lukis Italia yang dipopulerkan Raphael, yang mensyaratkan harmoni antar bidang, kontras yang tidak terlalu tinggi dan ditinggalkannya belezza di colore (brilliant colors, kualitas yang dihargai tinggi pada masa awal Renaissance, seperti terlihat dalam karya fresco Michelangelo Buonarroti di Gereja Sistin, Florensia).

Maka chiaroscuro dalam gaya Barok à la Caravaggio memang tepat untuk melukis figur bule. Namun figur berkulit gelap lebih cocok dieksekusi dengan pakem unione à la Raphael. Raden Saleh memahami permasalahan ini dengan baik. Karena itulah, alih-alih membuat karya dengan seting malam, Raden Saleh selalu mengambil seting senja untuk figur-figurnya yang berkulit gelap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s