Kertas Padalarang

kertas_padalarang“Menggambar adalah setengahnya melukis.” demikian Peter Paul Rubens, salah seorang maestro seni lukis klasik, menjelaskan. Berbeda dengan zaman sekarang di mana para pelukis, termasuk saya, sama sekali tidak membuat sketsa dan langsung bekerja dengan fotografi, para pelukis klasik sangat mengandalkan sketsa untuk menghasilkan karya. Menggambar dan membuat sketsa adalah esensial dalam penciptaan karya seni baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Menggambar bagi pelukis mirip seperti jogging bagi pelari atau fingering bagi pemain piano klasik. Karena itu pelukis membutuhkan persediaan kertas gambar dalam jumlah besar. Kertas itu tidak harus bagus sekali, mutunya cukup sedang-sedang saja dan harganya harus murah karena kebanyakan akan dipakai untuk studi. Toh kalau memang bermaksud membuat karya gambar, kita selalu bisa membeli kertas gambar yang lebih bagus.

Semasa kuliah dulu, kami selalu memakai Kertas Padalarang, kertas yang berwarna sedikit kecoklatan, tidak benar-benar putih dan berukuran A2. Sesudah membuat kontak dengan Pabrik Kertas Padalarang, saya baru tahu bahwa kertas gambar yang kami pakai mereka sebut dengan Kertas Reform dengan ukuran 55 x 75 cm, 120 gsm. Di mana-mana kalau beli langsung ke pabriknya pasti lebih murah tapi jumlahnya harus banyak. Maka lewat email saya menanyakan berbagai informasi tentang pembelian kertas ini secara langsung. Ini informasi yang saya dapat.

Untuk bisa membeli Kertas Reform langsung dari Pabrik Kertas Padalarang, kita harus mempunyai NPWP dan pembelian minimal adalah 1 bal atau 8 rim. Harga untuk 1 rim Kertas Reform adalah Rp. 350.000 jadi satu lembar diharga Rp. 700. Ini sangat murah karena di Toko Gramedia Semarang, satu lembar dihargai Rp. 3.000! Dengan pembelian minimal 8 rim kertas, total harga adalah Rp. 2,8 juta. Sekilas memang nampak mahal, tapi ini 8 rim, artinya ada 8 x 500 = 4.000 lembar kertas. Kalau kita bekerja memakai 1 lembar kertas setiap hari tanpa terputus, persediaan kertas kita baru habis lebih dari 10 tahun kemudian.

Masalahnya, pembelian kertas 8 rim ini tidak bisa diantarkan. Harus diambil sendiri. Kalau mau diantar, Pabrik Kertas Padalarang baru bisa melayani pengantaran untuk pembelian barang di atas 5 ton. Jadi betul-betul partai besar. Saya sendiri menganggap, membeli langsung ke Pabrik Kertas Padalarang adalah yang terbaik, sekarang tinggal bagaimana cara pengirimannya ke Ungaran. Kalau di Bandung sih masih dekat, bisa pakai mobil bak terbuka, tapi kalau ke Ungaran barangkali harus membuat peti kayu yang terlindung dari benturan dan air.

Tapi ya, begitulah, untuk menyuburkan kegemaran dan kebiasaan menggambar, bila Anda serius, pertimbangkanlah untuk membeli langsung dari Pabrik Kertas Padalarang. Jauh lebih murah daripada penjual manapun. Tentu harus dipikirkan, selain cara pengirimannya, juga cara penyimpanannya. Karena percuma kalau kita punya persediaan kertas banyak sekali tapi karena penyimpanan yang kurang baik, kertasnya hancur karena lembab. Untuk informasi, silakan menghubungi Bpk. Benny Saputra di marketing@kertas-padalarang.co.idatau lewat nomor telepon (022) 6808425. Selamat menggambar. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s