Lead White

lead_whitePada tahun 1977, berarti saat itu saya masih berusia 4 tahun, Komisi Keamanan Produk Konsumer Amerika Serikat secara resmi melarang penggunaan cat berbasis timbal (lead paint, selanjutnya disingkat LP, dalam terminologi seni lukis juga ada lead white, selanjutnya disingkat LW). Sebelum pelarangan ini diberlakukan, cat berbasis timbal digunakan di mana-mana. Garis-garis berwarna putih dan kuning di aspal jalanan, marka-marka jalan, cat rumah, berbagai aplikasi pada benda-benda yang digunakan di rumah tangga sampai mainan anak-anak, semua dicat dengan cat jenis ini. LP adalah cat yang bermutu baik, cepat kering dan memiliki lapisan yang kuat dan fleksibel sehingga tahan-lama, selain itu juga murah harganya. Masalahnya, menurut penelitian yang mereka lakukan, ada hampir 40 juta hunian tua di Amerika Serikat yang dicat dengan LP dan itu berbahaya bagi kesehatan. Ya, LP adalah cat yang berbahaya karena mengandung racun timbal.

Racun pada LP terutama berbahaya pada balita karena bisa menghambat perkembangan otak dan organ-organ tubuh lainnya. Pada orang dewasa, efeknya terjadi kumulatif setelah bertahun-tahun, bisa mengakibatkan kematian pada skala ekstrim. Pelukis legendaris Michelangelo Caravaggio diduga meninggal karena keracunan timbal. Keracunan timbal bisa terjadi terutama karena debu timbal yang terhisap, masuk lewat mulut atau masuk ke pori-pori melalui kulit. Penggunaan LP saat ini sangat dibatasi di Amerika Serikat dan Eropa. Di Amerika Serikat, rumah yang didirikan sebelum tahun 1978 harus memiliki sertifikat ‘bebas-LP’, jadi kalau Anda mau menjual rumah tua Anda di sana, kecuali Anda memiliki sertifikat ini penjualan akan menjadi sangat sulit.

LW sudah digunakan sejak jaman Mesir Kuno, LW memang salah satu dari sedikit pigmen yang tertua yang pernah dan masih digunakan orang sampai saat ini. Bangsa Romawi adalah bangsa yang menggunakan LW dalam banyak aplikasi. Manuskrip-manuskrip tua menjelaskan tata-cara pembuatan pigmen dan berbagai macam aplikasinya. Prinsipnya, LW dibuat dengan cara seperti ini. Kita membutuhkan lembaran timah yang ditaruh di dalam wadah tertentu, bisa dari keramik, lalu disiram cuka. Sesudah itu, wadah tersebut ditaruh di dalam kotak yang lebih besar lalu di sekelilingnya ditaburi kotoran kuda segar dan ditutup rapat. Cuka akan merangsang tumbuhnya karat pada timah sementara kotoran kuda akan menghasilkan karbondioksida dan panas. Setelah 2 sampai 3 bulan disimpan, kita bisa menemukan timah tersebut sudah ditutupi oleh karat yang berbentuk semacam ‘lumut’ berwarna putih. Bila sudah mengering, karat ini akan mengelupas sendiri. Sesudah itu karat ini akan dikerik dan dikumpulkan lalu prosesnya bisa diulangi lagi. Lama-lama, lembaran timah itu akan makin tipis dan makin habis. Karat timah yang sudah dikerik akan dikeringkan lagi lalu ditumbuk sampai menjadi serbuk dan jadilah pigmen dengan nama kimia (PbCO3)2·Pb(OH)2.

Di dunia seni lukis, sebelum pelarangan, LW adalah warna putih satu-satunya, tidak ada warna putih dari jenis lain. Titanium White yang lazim kita gunakan sekarang adalah pengganti Flake White atau Cremnitz White sesudah pelarangan diberlakukan. Semua master seni lukis dunia menggunakan LW saat melukis. Waktu saya ke Galeri Nasional Jakarta untuk menonton pameran Raden Saleh, tidak perlu mikroskop atau kaca pembesar untuk melihat, jenis cat putih yang digunakan jelas-jelas dibuat dengan LW. Ibarat lampu yang kita gunakan di rumah, Titanium White berwarna putih-kebiruan sementara Flake White atau Cremnitz Whiteberwarna putih-kekuningan. Inilah yang kemudian membuat LW tidak tergantikan perannya saat melukis warna kulit dalam seni lukis figuratif. Dalam chroma, LW jauh lebih baik saat mengartikulasi warna kulit dibandingkan dengan Titanium White. Selain itu juga ada karakter lain yang membuat beberapa pelukis tertentu ngotot tidak mau menggunakan warna putih lain selain LW, termasuk Lucian Freud. Untungnya, di dunia seni lukis masih ada perkecualian. Pelukis tidak akan ditangkap polisi karena menggunakan LW. Walaupun sudah banyak berkurang, masih ada produsen-produsen pigmen yang membuat dan memasarkannya, hanya saja tidak ada di Indonesia.

Bagi Anda yang tertarik, cara paling mudah mendapatkan Flake White dari Old Holland dan Cremnitz White dari Kremer Pigmente adalah dengan membelinya di Strait Commercial Art Co., di Singapura. Alamatnya ada di gambar di atas. Cat ini cukup mahal. Harganya sekitar tujuh kali lipat harga Titanium White dari seri Winton, Winsor & Newton, untuk kuantitas yang sama. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s