Melukis di Tempat Baru

paula_regoSudah hampir dua minggu saya bekerja dari pagi sampai sore. Di unggahan sebelumnya saya menulis bahwa lebih enak bekerja di malam hari tapi ternyata sesudah musim libur Lebaran selesai dan anak-anak kembali sekolah, suasana di studio saya cukup sepi di siang hari. Paling hanya ada beberapa anak yang sedang membolos sekolah, duduk-duduk di depan pintu masuk, mengobrol dan bercanda tapi tidak lama. Biasanya mereka terus pergi ke tempat lain. Selain itu juga, saya sudah coba beberapa hari bekerja dari jam 7 malam pulang jam 7 pagi seperti petugas jaga malam, ternyata kepala saya jadi pusing dan dunia rasanyasurreal ketika tidur jam 9 pagi dan bangun jam 4 sore. Cahaya matahari rasanya terang menusuk mata, kepala pening, seperti masih di alam mimpi. Waktu pun rasanya pendek sekali. Saya biasa tidur jam 3 atau jam 4 pagi, tapi kalau rutin tidur jam 7 pagi saya tidak kuat, mungkin karena usia saya.  Akhirnya dengan mencoba-coba, saya datang pagi dan langsung bekerja, ternyata oke juga.

Dua hari lalu ketenangan studio digemparkan oleh suara raungan gergaji listrik. Ternyata tanah kosong di sebelah studio yang dipenuhi pepohonan besar dan kecil sedang digarap, pohon-pohon mahoni yang tinggi-tinggi ditebang untuk dijual kayunya dan dengan begitu, cahaya matahari bisa sampai ke bawah mengenai pohon-pohon kopi. Suara itu terdengar seharian dari pagi sampai sore dan melukis sambil mendengarkan suara gergaji listrik aneh juga rasanya. Tapi kalau saya harus kesal dan marah-marah lalu berhenti bekerja setiap ada gangguan suara, kapan melukisnya? Sulit sekali mencari tempat yang benar-benar sepi, bahkan di Kutub Selatan yang tak berpenghuni pun, suara angin bisa keras sekali. Jadi, ya, diterima saja. Ternyata lama-lama lumayan juga, masih terdengar tetapi tidak terlalu mengganggu, seperti nyeri sakit gigi yang perlahan-lahan memudar. Ternyata suara itu hanya terdengar satu hari saja, syukurlah.

Saya sedang melukis di atas kanvas, membuat beberapa copy dari karya pelukis favorit saya: Paula Rego & Lucian Freud. Secara teknis tidak terlalu sulit, tetapi saya menyadari bahwa proses yang mereka lakukan untuk bisa menghasilkan karya seperti itu panjang sekali. Melukis copymenyenangkan juga untuk selingan. Selain itu saya secara intensif sedang berkarya dengan cat air untuk pameran duet dengan Aminuddin T.H. Siregar, teman baik saya di Balé Tonggoh, Selasar Sunaryo Art Space, Bandung. Rencananya kami akan berpameran bersama di bulan Desember 2012. Karya yang saya buat akan saya unggah begitu saya mulai melakukan reproduksi untuk dokumentasi. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s