2013 Sebentar Lagi

fireworksTidak terasa, tahun Masehi sudah akan berganti. Akhir tahun lalu saya dan teman-teman dari Tobucil membuat acara kumpul-kumpul dan makan-makan di rumah kami di Bandung. Saya kira akhir tahun ini saya hanya akan berkumpul dengan anak-istri saja di rumah, melihat pertunjukan kembang api yang digemari Caka. Tapi pergantian tahun ini diiringi oleh dua buah acara yang berdekatan. Pertama adalah lokakarya dan pameran Bookplay #1 di Kedai Kebun Forum, Yogyakarta. Kedua adalah pameran “Mencari Saya dalam Seni Rupa Saya”, pameran duet saya dengan kawan baik saya: Aminudin T.H. Siregar, pengajar di FSRD ITB dan kurator independen. Pameran ini akan diselenggarakan di Balé Tonggoh, Selasar Sunaryo Art Space. Dua acara inilah yang membuat saya agak sibuk menjelang akhir tahun. Untung di Ungaran hujannya tidak luar biasa dan tidak banjir sehingga kesibukan saya tidak terganggu. Semarang yang letaknya hampir 300 meter di bawah Ungaran selalu jadi korban banjir di musim hujan.

Pada acara di Yogyakarta, saya bersama Tarlen & Keni menjadi pemberi materi untuk sebuah lokakarya tentang buku seni. Lokakarya ini mengajak pesertanya untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi dari buku, namun juga menjadi produsen informasi. Lebih jauh dari itu, bahkan yang terpenting, bukan hanya menjadi produsen informasi saja namun juga berekspresi melalui media buku. Acara ini menarik dan besok saya akan menghadiri pembukaannya bersama Fini & Caka. Saya belum pernah jalan-jalan dengan Fini & Caka ke Yogyakarta, kami naik bis soalnya murah dan nyaman.

Walaupun di Bandung acaranya adalah pameran konvensional, repotnya tetap sama terutama karena saya tinggal jauh dari Bandung. Pameran ini berjudul “Mencari Saya dalam Seni Rupa Saya”. Idenya berpusat pada kekaryaan itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, banyak praktik seni rupa dilakukan seniman sebagai cara untuk ‘memahami diri sendiri’. Apa yang mereka lakukan dalam karyanya seringkali merupakan refleksi pertanyaan, kegelisahan dan keputusasaan mencari jawaban-jawaban tertentu. Memang tidak semua seniman berkarya dengan motif seperti itu namun dalam kasus saya, ya, salah satu alasan saya berkarya, selain untuk mengembangkan diri, adalah untuk memahami diri saya sendiri.

Saya harap kedua acara ini akan berlangsung lancar. Sesudah dua acara ini, saya bebas, tidak punya jadwal untuk dikerjakan sampai seterusnya. Untuk saya ini adalah sebuah kesempatan yang langka dan berharga karena dengan begitu, untuk sementara waktu saya bebas untuk membuat karya apapun yang saya suka, meneruskan percobaan-percobaan yang dari dahulu hanya terpikirkan tapi belum sempat dilakukan dan yang terpenting, memulai sebuah awal yang baru dalam arah kekaryaan saya. Pameran ini saya anggap sebagai penutup seri ‘kecemasan’ yang sudah saya kerjakan sejak 3 tahun lalu dan saya akan bergerak ke tema-tema selanjutnya mengenai ‘hasrat’ dan ‘ingatan’. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s