Anatomi Sebuah Lukisan (bagian pertama dari dua bagian)

barikHidup sebagai seniman di negara tropis seperti Indonesia adalah sebuah berkat sekaligus kutukan. Seniman tropis seperti kita bisa bekerja hampir kapan saja, di mana saja di seluruh pelosok Nusantara yang luas ini. Tidak ada musim salju bukan hanya berarti kita bisa bekerja dalam suhu yang relatif nyaman sepanjang tahun tetapi juga penghematan uang karena kita tidak perlu memikirkan penghangat. Namun cuaca tropis juga berarti surga bagi mikroorganisme, kelembapan tinggi dan sebuah ancaman alami bagi kain dan kertas. Fakta bahwa seni gambar di atas kertas selalu dianggap anak tiri, thus nilainya selalu rendah di Indonesia, sangat berkaitan dengan hal ini. Sulit merawat karya kertas, membutuhkan biaya mahal dan pada akhirnya, nilai investasinya tidak seberapa. Peninggalan kain bersejarah sulit ditemukan dan perawatannya mahal. Yang paling lumayan adalah karya-karya seni lukis di atas kanvas, namun itu pun tidak berdampak terlalu lama. Jangan mimpi lukisan kita bisa bertahan sampai 500 tahun di sini, jangan disamakan dengan di Eropa. Untuk membuat lukisan kita bisa bertahan selama itu dibutuhkan sebuah teknik konservasi yang paripurna, biaya yang mahal dan pada akhirnya yang terpenting: wawasan seniman tentang teknik dan material yang digunakan.

Karena saya sekarang punya banyak waktu luang, saya membuat sebuah riset kecil tentang material, terutama kanvas. Dari riset kecil ini, saya akhirnya menemukan sebuah fakta menarik: kanvas untuk melukis yang terbaik adalah buatan sendiri. Ya, buatan sendiri, bukan kanvas dari merk ternama yang harganya mahal, apalagi kanvas yang dibeli dari tukang kanvas lokal. Pada tataran ini saya berpendapat bahwa idealnya setiap pelukis harus tahu cara membuat kanvas sendiri karena pada akhirnya kanvas itu seperti jas. Jas harus pas dipakai sesuai dengan postur tubuh pemakainya karena itu jas yang terbaik adalah buatan penjahit yang diukur langsung, bukan jas yang siap beli walaupun harganya mahal. Setiap pelukis memiliki gaya melukis yang unik dan itu membutuhkan penanganan khusus dalam pembuatan kanvasnya. Pelukis yang berkarya dengan teknik impasto kelas berat akan membutuhkan jenis dan persiapan kanvas yang sangat berbeda dengan pelukis berlanggam hiperrealisme yang sangat halus nyaris tak terlihat sapuan kuasnya. Yang melukis dengan cat akrilik berbeda dengan yang melukis dengan cat minyak atau kombinasinya. Yang hanya menggunakan kuas akan berbeda dengan yang menggunakan kuas, arang dan pisau palet sekaligus. Ada begitu banyak teknik melukis yang unik bagi setiap seniman dan begitu pulalah seharusnya kanvasnya dipersiapkan.

Jangan pikirkan dulu segala kerepotan membuat kanvas sendiri, pertimbangkanlah dulu keuntungannya bagi kita. Bila kita menguasai teknik pembuatan dan persiapan kanvas bagi kita sendiri, ini keuntungannya:

– Bahkan bila Anda hanya menggunakan material terbaik, kanvas buatan sendiri pasti lebih murah daripada kanvas impor dengan merk ternama.
– Sebut merk kanvas terbaik andalan Anda, apa saja. Bila Anda membuat kanvas sendiri, mutunya pasti lebih tinggi dari mutu kanvas andalan Anda itu.
– Membuat kanvas sendiri berarti menyesuaikan kanvas untuk teknik melukis Anda. Tidak ada kanvas komersial yang mampu menandingi tingkat kesesuaiannya dengan kanvas buatan Anda sendiri.
– Membuat kanvas sendiri, dengan memahami anatomi dan logikanya, akan membuat hasil karya Anda bertahan jauh lebih lama. Perbedaannya bisa ratusan tahun.

Semua seniman pasti malas membuat kanvas sendiri, termasuk saya. Membuat kanvas sendiri itu menghabiskan waktu, tenaga dan perhatian. Ya, memang betul. Kita bisa puas dengan memakai produk kanvas komersial baik lokal maupun impor. Tetapi membuat kanvas sendiri bukan hanya masalah teknik, bukan hanya masalah uang, waktu dan konservasi, ini adalah masalah kepakaran. Coba Anda jawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

– Tahukah Anda jenis kain apa kanvas yang Anda gunakan? Katun atau linen? Atau dari bahan sintetis, atau gabungan dari keduanya?
– Primer macam apa yang digunakan untuk melapisi kanvasnya?
– Apakah primer-nya benar-benar sudah menutup pori-pori?
– Apakah primer kanvas Anda memiliki sifat susut-muai?
– Bahannya organik atau sintetis?
– Berapa lapis primer-nya disapukan ke kanvas?
– Setiap lapis seberapa kental?
– Berapa interval waktu antara pelapisan pertama dan berikutnya?
– Gesso macam apa yang digunakan untuk membuat cat dasar?
– Berapa lapis? Seberapa kental? Berapa interval waktu pelapisannya?
– Apakah gesso-nya dihaluskan sebelum dilapis ulang?
– Apakah pada lapisan terakhir, gesso-nya dicampur dengan material lain?
– Sesudah kanvas siap dilukis, bagaimana dengan spanraam-nya? Terbuat dari kayu apa? Sudah kering atau belum? Berapa ukurannya?
– Ketika kanvas dibentang ke spanraam, apakah Anda menggunakan paku atau staples?
– Kapan Anda membentang kanvas? Pagi hari, siang atau malam?
– Bulan apa Anda membentang kanvas? Musim hujan atau musim kemarau?

Ada begitu banyak aspek dalam pembuatan kanvas untuk melukis dan sejauh ini, setidaknya dalam kasus saya, hanya menelepon, kanvas diantar, dipasangkan di kanvas, lalu saya bayar tunai atau transfer dengan m-Banking. Seorang pakar tidak berlaku seperti itu. Seorang pakar tahu persis apa yang dilakukannya, ia tahu alasan untuk setiap rinci yang dia lakukan. Bila Anda merasa terpanggil, atau setidaknya sekedar ingin tahu tentang cara pembuatan dan persiapan kanvas untuk melukis, berarti Anda sudah mulai condong pada kepakaran. Bila Anda adalah seorang pelukis, sudah semestinya Anda memahami secara mendalam anatomi sebuah lukisan.

Seperti tubuh kita, lukisan pun memiliki strukturnya sendiri. Seperti juga tubuh kita yang bisa kuat dan bisa lemah, bisa kena penyakit, dirawat lalu sembuh, lukisan pun mengalami hal yang sama. Bila lukisan Anda tidak dirawat, lukisan Anda bisa “sakit” dan pada tataran tertentu, sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Dengan memahami anatomi sebuah lukisan, kita akan mampu membuat sebuah lukisan dalam strukturnya yang terbaik sehingga ia akan lebih mampu bertahan ditempa cuaca tropis. Keluar dari studio, lukisan Anda sudah tidak lagi berada di bawah kontrol Anda. Dengan demikian, bila Anda sudah mempersiapkan kanvas Anda dengan sebaik mungkin, setidaknya lukisan Anda akan jauh lebih “kuat” daripada lukisan-lukisan lain yang tidak dipersiapkan sebaik Anda.

(bersambung ke bagian kedua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s