Renovasi Rumah

rumah_mapaganSudah dua minggu lebih, rumah kami berantakan seperti kapal pecah. Kami sedang merenovasi rumah. Awalnya saya bertekad untuk mengerjakan semua sendirian tetapi seperti biasa, membayangkan (walaupun kita amat yakin bahwa itu mungkin) sangat berbeda dengan saat menjalani dalam realita. Saya adalah tukang yang paling payah karena sedikit-sedikit capek, ingin istirahat, itu pun minta dilayani istri lalu istirahatnya lama sambil main Playstation. Wah, renovasinya bisa dua tahun kalau begitu. Akhirnya saya putuskan memakai jasa tukang saja.

Masalahnya, di perumahan kami ternyata ada persaingan setengah terbuka antar tukang dan mandor. Mereka saling salip memperebutkan proyek besar maupun kecil dan mereka saling menjelek-jelekkan satu sama lain, padahal dirinya sendiri pun belum tentu lebih baik. Saya sangat tidak puas dengan mandor yang pertama, dia bekerja dengan sangat payah sampai akhirnya dia saya “pecat”. Uang yang sudah saya berikan setengahnya saya minta kembalikan. Lalu ada mandor kedua yang jauh lebih simpatik dan baik hati kelihatannya, ia bicara dengan meyakinkan namun pada saatnya harus muncul, ia menghilang tak tentu rimbanya dan sampai hari ini tidak muncul. Mandor ketiga yang saya temui tidak mau bekerja dengan sistem harian, maunya borongan, dan ternyata harga yang ditawarkan luar biasa, mahal sekali. Dua kali lebih mahal daripada pekerjaan harian. Saya pikir, gila ini orang-orang. Maka saya pun termenung di antara barang-barang yang berantakan di rumah kami. Mau mengerjakan sendiri tidak mungkin, tapi menyewa jasa tukang tidak ada yang profesional dan tidak ada yang saya percayai. Harus bagaimana lagi sekarang?

Di Bandung, saya punya sahabat. Kami satu SMA dan akhirnya ia kuliah arsitektur di kampus yang berbeda dengan saya. Saat SMA kami bekerja bersama membuat banyak acara sekolah dan saya tahu bahwa ia adalah seorang yang sangat teliti bila membuat sebuah konstruksi tertentu, tangannya sangat terampil. Membuat maket arsitektur pasti urusan kecil untuk dia karena ketelitiannya itu. Setelah bertahun-tahun lulus, ia akhirnya jadi seorang kontraktor, proyeknya banyak di mana-mana tapi ia berbasis di Bandung. Untuk urusan rumah dan untuk urusan pembuatan karya seni, saya banyak sekali dibantu dia dan tukang-tukangnya. Karena sudah kenal lama, saya percaya sekali. Harga yang diberikan juga harga teman, saya beruntung sekali bisa punya teman seperti dia. Tapi di Ungaran sini, saya harus bekerja dengan siapa?

Tapi aduh, bodohnya saya. Saya lupa bahwa ternyata tangan kanan boss saya adalah seorang kontraktor juga. Saya kenal cukup dekat, bahkan dialah yang mencarikan rumah yang kami tempati sekarang ini. Saya punya seorang kolektor yang sudah seperti saudara dengan saya dan keluarga saya, Beliau tinggal di Semarang juga. Beliaulah yang menyarankan saya untuk menggunakan jasa tangan kanan boss ini. Saya merasa bodoh karena sudah menghabiskan waktu dua minggu lebih sampai harus berurusan dengan para kontraktor ngawur di kompleks perumahan saya, tidak ingat bahwa ada kenalan dekat yang justru seorang kontraktor. Akhirnya kami sudah saling kontak dan ia berjanji akan membawa mandornya untuk mampir ke rumah untuk melihat dan membincangkan pekerjaannya. Ini adalah harapan saya terakhir, semoga semua berjalan lancar. Saya ingin, masuk tahun baru nanti rumah kami sudah selesai dan sudah cantik, semua berfungsi dengan baik (tahu sendiri mutu bangunan di perumahan) dan saya bisa dengan lancar melukis lagi. Saya sedang menanti kedatangan teman dekat, seorang seniman muda, untuk mampir menginap di rumah kami dan bekerja di studio selama seminggu. Saya ingin rumah kami sudah siap menerima mereka kelak. Urusan rumah memang tidak mudah. Saya 12 tahun jadi anak kost, tidak pernah pusing mengurus rumah, sejak menempati rumah sendiri (walaupun masih ngontrak) saya jadi harus berhadapan dengan banyak masalah domesti seperti ini. Tapi yah, saya anggap ini semua pelajaran. Semacam kursus supaya saya mendapat gambaran bagaimana cara memelihara rumah saat kami memiliki rumah kami sebentar lagi. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s