Membuat Efek Tua Pada Kertas

Pada tahun 2013 saya dan teman saya, Tarlen Handayani, berpartisipasi dalam pameran ArtJOG di Yogyakarta dengan panduan kuratorial ‘budaya maritim’. Untuk pameran ini kami membuat sebuah buku catatan harian tua. Ceritanya ini adalah buku harian seorang juru tulis kapal Inggris yang bertugas di Ambon pada tahun 1600-an. Tentu saja karakter dalam kisah ini sama sekali fiktif tetapi latar belakang kisahnya benar-benar terjadi. Pada tahun 1623 terjadi pembantaian di Benteng Victoria yang dikuasai VOC di Maluku. Belasan orang Inggris ditambah beberapa orang Portugis termasuk serdadu bayaran dari Jepang dibantai di sana. Kala itu suasana sedang memanas karena sedang terjadi perebutan dominasi perdagangan rempah antara Belanda, Inggris, Portugis dan Spanyol di wilayah timur Nusantara. “Pembantaian Amboina” lebih lanjut menandai dominasi VOC atas monopoli perdagangan rempah dunia, Inggris pada akhirnya berkonsentrasi di India. Karya ini kami beri judul “Notes from Amboina” dan selain di ArtJOG, karya ini kemudian dipamerkan di sebuah pameran kelompok para seniman Indonesia, “Lost and Found: Retelling the Story of Silk Road in Indonesia”, di Seoul, Korea Selatan, masih pada tahun yang sama.

Membuat efek tua pada kertas seperti yang saya lakukan untuk membuat buku ini sebetulnya cukup sederhana. Ada banyak cara menguningkan kertas, misalnya dengan larutan tembakau atau kopi, tapi saya memilih menggunakan teh celup karena praktis. Teh celup tinggal dibeli di toserba dekat rumah dan larutannya pun bersih, tidak ada partikel-partikel yang mengotori kertas. Larutan teh celup cukup pekat, bahkan kalau kita tidak hati-hati hasilnya bisa terlalu pekat. Proses ini juga cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh anak-anak asal dibimbing orang dewasa karena membutuhkan air mendidih. Langkah-langkahnya saya jelaskan di bawah ini:

IMG_3275

1.
Siapkan dulu kertas yang akan digunakan. Di foto ini nampak ada banyak jenis kertas tapi pada akhirnya saya hanya menggunakan kertas Cougar 216gsm (ukuran 73 x 104 cm, dibeli dari Toko Tidar, Bandung). Kertas ini cukup tebal karena bukunya direncanakan berukuran besar. Walaupun begitu, saya pikir kita juga bisa menggunakan kertas yang lebih tipis, hanya saja kita harus hati-hati karena dalam keadaan basah kertas akan mudah sobek, kertas tebal saja mudah sobek apalagi yang tipis. Untuk menghindari sobeknya kertas pada saat basah, terutama bila kertas kita berukuran kecil, sediakan landasan yang (sangat) rata misalnya meja kaca, batu marmer atau multipleks dengan lapisan melamin yang masih lurus. Landasan yang rata akan membuat kertas stabil sejak disiram larutan teh sampai mengering, thus akan menghindari robeknya kertas.

IMG_3551a

2.
Jerang air bersih sampai mendidih di atas api lalu tempatkan di dalam wadah dan celupkan tehnya seperti akan membuat minuman. Karena saya sedang membuat larutan dalam jumlah banyak, saya menggunakan banyak teh celup sekaligus. Wadahnya saja pakai gayung untuk mandi. Banyaknya jumlah teh celup yang digunakan termasuk jumlah air dan berapa lama kita mencelup akan menentukan kepekatan larutan kita. Ini bisa disesuaikan dengan selera Anda. Dalam pembuatan kertas ini, saya beberapa kali membuat kesalahan karena larutan saya ternyata terlalu pekat. Larutan yang dihasilkan oleh teh celup yang segar dan masih baru selalu menghasilkan kepekatan tingkat tinggi, bila diseduh untuk kedua kali dan seterusnya, teh celup akan menurun kepekatannya.

IMG_3551

3.
Karena kertas yang saya gunakan besar-besar, saya tidak punya meja yang cukup untuk bekerja, karena itu saya bekerja di lantai luar kompleks studio saya. Lantainya digosok dan dibilas dulu sampai bersih lalu saya bekerja dengan bertelanjang kaki, menaruh kertas dan menyiramnya dengan larutan teh yang sudah saya siapkan. Larutan yang pekat dan gelap bisa terlihat di sini, cukup kontras bila dibandingkan warna asli kertas Cougar yang putih kekuningan. Bila Anda tidak ingin ada bercak-bercak coklat seperti ini, caranya mudah, diratakan saja larutannya dengan menggunakan kuas lebar (kalau bisa yang masih baru) seperti yang biasa dipakai untuk mengecat dinding.

Oya, penuaan ini bisa dilakukan berkali-kali tapi kita harus menunggu sampai larutan pertama cukup menyerap pada kertas dan kertas agak mengering sebelum menyiramkan larutan berikutnya. Bila ingin berhati-hati, saya pikir cukup bijaksana bila Anda menyediakan larutan teh yang encer saja lalu menyiramnya lapis demi lapis sampai kertas mencapai tingkat ketuaan yang diinginkan. Dengan begitu kertas tidak perlu menjadi terlalu gelap, bila itu memang selera Anda.

IMG_3516

4.
Bila Anda hanya ingin menuakan kertas beberapa lembar saja, saya pikir tidak ada masalah. Pada saat saya bekerja, kertas yang harus saya tuakan jumlahnya ada puluhan. Dengan begitu kertas yang sudah disiram dan sudah setengah kering harus segera diangkat supaya ada tempat untuk mengerjakan kertas-kertas lain. Ternyata walaupun tebal, kertas Cougar dalam kondisi setengah basah jadi rapuh sekali. Lihatlah kertas yang sobek-sobek pada gambar di atas, padahal saya sudah berusaha mengangkatnya dengan hati-hati. Bila Anda tidak perlu memproses kertas dalam jumlah banyak, saya menyarankan: kertas tetap tinggal di atas landasan yang rata sejak mulai disiram sampai kering sempurna. Dengan begitu serabut kertas tidak perlu mengalami tekanan dan tarikan yang menghasilkan kerusakan seperti ini.

IMG_3564

5. Kertas setengah basah yang dijemur di atas bentangan tali rafia juga ternyata saling menempel, karena itu saya memindahkan kertas-kertas ini di pagar balkon studio saya. Karena tempat ini terbuka dan terpapar angin, dalam waktu 2-3 jam kertas-kertas ini sudah kering sempurna. Pada saat sudah mengering dengan sempurna, kertas menjadi keras dan kaku, lebih kaku daripada aslinya. Karena serabut kertas berubah ikatannya setelah disiram larutan teh, serabut-serabut kertas itu mencapai sebuah ekuilibrium baru setelah mengering dan hasilnya, kertas menjadi bergelombang.

Bila Anda menginginkan kertas Anda tetap lurus dan rapi, hasil tersebut bisa didekati (kalau harus dicapai secara sempurna nyaris tidak mungkin) dengan menempatkan kertas di atas landasan yang sangat rata seperti kaca. Bila kertas diletakkan di atas permukaan kaca yang bersih tanpa ada kotoran barang sebutir pun, disiram lalu didiamkan sampai kering, kertas akan cenderung rapi dan lurus, tidak terlalu bergelombang.

IMG_3536

6.
Kertas-kertas yang sudah mengering ini lalu saya lipat menjadi dua dan disiapkan untuk diberi tulisan. Lihatlah sobekan kecil di bagian tengah bawah kertasnya, saya kesal dengan ketidaksempurnaan seperti ini tapi apa boleh buat, namanya juga eksperimen. Akhirnya ada bagian buku yang kertasnya saya tambal. Maka sekali lagi, berhati-hatilah bila Anda harus menggeser kertas basah, sebisa mungkin kertas tidak berubah posisi sejak basah hingga mengering.

IMG_3664a

IMG_3664c

Dua foto di atas adalah hasil akhir karya kami dan sudah diletakkan di atas ambalan khusus di ruang pamer ArtJOG 2013. Tulisan pada buku itu tidak ditulis tangan tetapi dibuat dengan teknik “transfer”. Bagaimana cara membuat efek tulisan tua dengan teknik transfer? Tunggulah unggahan berikutnya di blog ini. Terima kasih sudah mampir, semoga instruksi ini cukup jelas. Selamat mencoba dan selamat berkarya. 🙂

2 thoughts on “Membuat Efek Tua Pada Kertas

    • Hai, Kim. Untuk karya ini, teknik transfernya agak brutal karena menggunakan bensin. Saya buat print out tulisan dan gambar secara terbalik lalu saya fotokopi ukuran besar. Masalahnya, fotokopinya laser jadi tinta hitam nggak bisa ditransfer pake acetone (sesuai rencana semula). Akhirnya saya gunakan bensin premium. Baunya luar biasa.

      Kertas fotokopi saya taruh di atas kertas yg sudah diberi efek tua, dikunci pakai selotip di ujung-ujungnya, lalu bensin dikuaskan ke tulisan lalu tulisannya digosok pakai sendok makan. Hasilnya cukup oke asalkan kertas nggak geser. Kalau fotokopinya pake mesin tua, tintanya lebih mudah ditransfer, pake acetone juga harusnya bisa. Sesudah transfer selesai, bau bensin ternyata cepat juga hilangnya. Kertasnya tebal jadi nggak rusak. Supaya keliatan kuno, saya gosok hasil transfer pakai bedak bayi. Hasilnya lumayan natural.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s