Disiplin Observasi

Artikel ini saya buat untuk kepentingan Kursus Menggambar Daring 001 yang tengah berlangsung (6-13 Juli 2019). Karena materi ini selalu saya ulang-ulang di banyak kesempatan, saya pikir kayaknya mendingan saya bikin jadi artikel blog saja, supaya kalau suatu saat dibutuhkan, saya tinggal bagi tautannya. Artikel ini ditujukan untuk para pemula yang belajar realisme via Klinik Rupa Dokter Rudolfo (Klinik). Belajar realisme dengan pensil grafit itu sebenarnya mudah, syaratnya hanya dua: 1) disiplin observasi, 2) teknik menggambar. Dalam hierarki, disiplin observasi lebih penting, lebih tinggi derajatnya, daripada teknik menggambar, itu adalah prinsip yang diterapkan di Klinik karena mata adalah leader, tangan adalah eksekutor. Tangan takkan mampu menggambar apa yang tidak diperhatikan mata. Karena itu cara seorang perupa melihat dan mengamati akan sangat menentukan seperti apa karyanya kelak.

Perupa pemula sering mencoret-coret kertas sambil memperhatikan foto acuan. Hal seperti ini dilarang di Klinik. Disiplin observasi yang diterapkan di Klinik mengharuskan siswa: 1) melihat dulu satu bagian obyek yang spesifik di foto acuan, 2) memperhatikan bagian spesifik tersebut dengan saksama dan menentukan arah arsirannya, 3) membuat keputusan: akan ke arah mana arsiran dibuat, 4) barulah ia mengarsir. Sebelum ada keputusan, tangan harus diam, tidak boleh coret-coret kertas.

Yang mencoret-coret kertas secara intuitif tapi hasilnya bagus hanya para maestro, perupa pemula tidak akan mampu membuat coretan-coretan artistik setara coretan maestro. Perupa pemula harus melatih observasinya secara analitis, bukan intuitif. Menggambar pakai feeling itu untuk maestro. Feeling di sini maknanya “intuisi”, dan syarat terbentuknya intuisi hanya satu: jam terbang dan pengalaman yang tinggi. Pemula tidak bisa pakai feeling karena jam terbangnya tidak cukup untuk memberinya intuisi. Inilah disiplin observasi yang diterapkan di Klinik.

Penerapan disiplin observasi ini awalnya akan terasa janggal, tapi membiasakan diri untuk melakukan disiplin observasi seperti ini tidak butuh waktu lama. Dengan membiasakan diri melakukan disiplin observasi seperti ini, perupa pemula akan paham bahwa semua penciptaan dimulai dengan observasi. Dengan menerapkan disiplin seperti ini, perupa pemula akan bisa mempertanggungjawabkan bahwa satu tarikan garis sekalipun. Sama seperti yang dilakukan para ilmuwan, semua penelitian ilmiah dimulai dengan observasi terlebih dahulu. Inilah prinsip Klinik Rupa Dokter Rudolfo. Ars sine scienta nihil est.

Untuk memahami disiplin observasi dalam praktik menggambar, silakan buka tautan ini: Teknik Observasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s